Episode Kehidupan

Alur kehidupan yang Kita lalui saat ini bisa dianalogikan sebagai suatu episode kehidupan dimana Kita adalah aktornya. Adakalanya sebagai aktor Kita dapat memilih peran yang akan dimainkan namun kadangkala juga Kita tidak dapat memilihnya. Baik dalam kondisi tidak dapat memilih dan dapat memilih sebagai seorang aktor Kita harus berusaha memerankan peran dengan sebaik-baiknya. Adakalanya Kita dapat memerankan suatu peran dengan baik sesuai dengan keinginan skenario sutradara, namun adakalanya juga Kita melakukan kesalahan dalam suatu peran, baik itu karena kesengajaan atau tanpa kesengajaan. Layaknya pembuatan sebuah episode film, apabila aktor tidak dapat memenuhi kualitas yang diharapkan sutradara maka episode tersebut akan diulang-ulang hingga didapatkan hasil yang diinginkan oleh sutradara.

Cukup sekian untuk malam ini insyaAllah akan dilanjut lagi nanti.

Kata-Kata Indah Mengutip dari Blog Orang

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.

Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepada-Nya!

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
karena Tuhan, dengan rahmat-Nya
akan tetap menerima mata uang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah
menjadi sembilan puluh sembilan saja.

Begitulah caranya!

Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayolah datang, dan datanglah lagi!

Karena Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepada-Ku,

karena Aku-lah jalan itu.”

Dan Malam Ini Ku Masih Mengetik

Malam ini aku masih mengetik dengan senangnya :D , memang sebenarnya mengetik begini sambil baca-baca literatur sangat menyenangkan. Banyak sekali pembelajarannya loh, evaluasi diri nih.. harusnya yang begini ini dilakukan dari dulu. Tapi… biarlah yang lalu sudah berlalu, kita tidak perlu menyesali yang sudah terjadi, masa lalu kita gunakan saja sebagai pembelajaran untuk saat ini dan saat nanti.

Buku yang sedang dilahap malam ini buku “Data Communications and Networking edisi ke-3 oleh Behrouz A. Forouzan”, ditambah selingannya “Computer Networks edisi ke-4 oleh Andrew Tanenbaum”, ditambah lagi selingannya “Introduction To Multimedia Communication oleh Wiley”, ditambah selingan akhir “Network Congestion Control oleh Wiley”. Keempat buku itu gak akan bisa dibahas dalam waktu sehari-dua hari, tapi beberapa diantara bab-babnya banyak pembahasan yang sama.. jadi ketika satu buku sedang dibaca perlu dibawa ketiga buku lainnya untuk referensi.

Sejujurnya keempat buku itu tebel-tebel semua.. jadi bingung itu buku atau bantal ya.. jadi belajar atau tidur ya.. hehe. Karena satu langkah besar harus dimulai dengan satu langkah kecil.. jadi kalau mau paham isi keseluruhan buku-buku tadi… trik utamanya adalah bukalah halaman pertama dan baca judulnya… setelah itu terserah anda :D .

Semangat Itu Kembali!

Hari ini seperti 6 tahun ke belakang… aku merasakan kembali semangat itu. Semangat yang penuh dengan konsistensi, semangat yang bertanggung jawab dengan pilihan hidup, semangat fokus pada tujuan, semangat untuk bergerak dan berubah, semangat untuk bersabar dengan tujuan yang ingin kita capai. Jujur… semangat itu pernah menghilang semenjak ku menjejakkan kaki di bangku perkuliahan, entah kenapa. Mungkin karena lengah.., mungkin juga karena kondisiku yang masih buta dan tidak paham pemetaan visi.. sehingga perlu meraba-raba jalan-jalan yang akan dilewati.

Hari ini aku merasa sdh kembali hai diriku.. hidup ini memang penuh dengan pilihan dan kita sebagai seseorang harus memilih jalan yang tepat.. dengan analisa pemikiran yang baik. Banyak sekali pilihan dalam hidup ini.. apabila kita sudah menetapkan beberapa diantaranya untuk menjadi target maka konsistenlah disana. Setelah pilihan tujuan itu dibuat maka carilah rute yang paling baik menuju ke sana… analisa QoS (kualitas) setiap persimpangan yang kau hadapi, pilih rute terbaik. Rute terbaik bukan berarti jalan tanpa hambatan.. kasusnya berbeda dengan QoS data komunikasi, pada manusia kadang banyaknya rintangan merupakan salah satu sarana terbaik bagi kita untuk belajar dan menjadi lebih kuat. Rute terbaik untuk manusia adalah jalan tercepat untuk memperoleh target, jalan dimana kita bisa banyak belajar disana, jalan dimana percepatan-percepatan bisa terjadi (kadang rintangan2 itu mempercepat proses pembelajaran), jalan yang tidak banyak merugikan orang lain (karena kadang sebaik-baik jalan yang kita pilih masih saja ada faktor yang namanya merugikan orang lain,.. misalnya contoh kasus ketika kita lulus SPMB, otomatis ada satu orang yang akan tersisih tidak lulus), dan terakhir jalan dimana kita bisa merasakan senang dan duka dengan penuh syukur dan sabar.

Best Effort atau QoS?

Best Effort mendeskripsikan network yang mengirimkan paket data dengan variable “bit rate” dan waktu pengiriman yang tidak tentu, parameter “bit rate” dan waktu pengiriman didasarkan pada traffic load jaringannya. Best Effort juga bisa diartikan usaha jaringan untuk mengirimkan paket data semaksimal mungkin (bisa dalam arti sebanyak-banyaknya) tanpa memperhitungkan dan menjamin apakah paket data tersebut diterima oleh host tujuan. IP (Internet Protocol) merupakan contoh protocol yang bertipe best effort. Pada perkembangannya untuk aplikasi tertentu “Best-Effort” tidaklah cukup, karena itu diperlukan juga mekanisme lain yang disebut QoS (Quality of Service).

Aplikasi internet sekarang ini hampir semuanya adalah Best Effort.

Contoh protocol yang tidak sekedar bertipe “Best-Effort” tapi juga mensupport jaminan kualitas (QoS) yaitu :

· ATM (Asynchronous Transfer Mode)

· Frame relay

Contoh protocol yang bertipe “Best-Effort” saja yaitu :

· UDP (User Datagram Protocol) pada transport layer

Dua hal yang sering orang salah kaprah adalah hubungan “Best-Effort” dengan unreliable, dua hal itu tidak ada hubungannya. “Best-Effort” itu berhubungan dengan QoS, kebalikan “Best-Effort” adalah Qos. Sedangkan untuk unreliable kebalikannya adalah reliable. Reliable adalah sifat yang dapat dipercaya, dapat diandalkan. Reliable adalah kepastian bahwa data yang dikirimkan akan sampai pada penerima.

Wah ada kesimpulan yang menarik dari pembahasan tadi, ternyata “Best-Effort” juga tidaklah cukup. Ini juga bisa dianalogikan pada kehidupan kita sehari-hari. Berusaha mati-matian untuk mencapai tujuan tidaklah benar juga kita perlu QoS untuk mengevaluasi kerja. Evaluasi ini bukan hanya difokuskan pada pencapaian tujuan yang ingin kita capai saat itu, tapi juga terhadap hal-hal lain diluar tujuan yang sedang kita upayakan tersebut. Bingung ya.., begini kalau dalam router modern ada istilah protokol diffServ yang merupakan mekanisme QoS router, diffServ akan mengelompokkan data yang dikirim berdasarkan tipe aplikasinya. Kemudian akan dianalisa mana sih yang paling penting dan paling urgent, dan yang paling mendesak. Gitu juga manusia, mesin aja begitu, masak manusia yang parameter tak terduganya lebih banyak cuma menggunakan mekanisme “Best-Effort” ketika berusaha mencapai tujuannya.

Ketika kita sedang berupaya mati-matian dalam mengejar sesuatu kita juga harus mencoba menengok ke belakang, ke samping, atau ke depan. Manusia bukan kucing atau binatang, kita punya otak untuk berpikir apa sih sebenarnya yang ingin kita capai.

Yang nulis juga belum bisa mempraktekan mekanisme QoS yang baik dan benar dalam kehidupan, buktinya lulus kuliahnya telat hehe. Yang penting kita berusaha terus yah, evaluasi begini kan juga mekanisme QoS :D