Alur kehidupan yang Kita lalui saat ini bisa dianalogikan sebagai suatu episode kehidupan dimana Kita adalah aktornya. Adakalanya sebagai aktor Kita dapat memilih peran yang akan dimainkan namun kadangkala juga Kita tidak dapat memilihnya. Baik dalam kondisi tidak dapat memilih dan dapat memilih sebagai seorang aktor Kita harus berusaha memerankan peran dengan sebaik-baiknya. Adakalanya Kita dapat memerankan suatu peran dengan baik sesuai dengan keinginan skenario sutradara, namun adakalanya juga Kita melakukan kesalahan dalam suatu peran, baik itu karena kesengajaan atau tanpa kesengajaan. Layaknya pembuatan sebuah episode film, apabila aktor tidak dapat memenuhi kualitas yang diharapkan sutradara maka episode tersebut akan diulang-ulang hingga didapatkan hasil yang diinginkan oleh sutradara.
Cukup sekian untuk malam ini insyaAllah akan dilanjut lagi nanti.
Celine berkata,
Oktober 13, 2008 pada 8:06 am
Tulisan yang menarik. Meski Sang Sutradara udah kasih ‘tuntunan’nya sejak awal, si aktor seringkali bandel dan malah keluar dari skenario yang digariskan. Tapi bukankah dengan sifat ke-Maha Welas Asih-annya Sang Sutradara tidak akan begitu saja menghukum aktor yang belum paham…? Ayo dibuka dan dibaca lagi ‘tuntunan’nya! Maka diulang lagi. Diulang. Teruuus, s.d si aktor paham dengan tuntutan skenarionya dan berlanjut ke skenario berikutnya. Hmm… Action!
Celine berkata,
Oktober 13, 2008 pada 8:07 am
Tulisan yang menarik. Meski Sang Sutradara udah kasih ‘tuntunan’nya sejak awal, si aktor seringkali bandel dan malah keluar dari draft skenario yang udah dituliskan. Tapi bukankah dengan sifat ke-Maha Welas Asih-annya Sang Sutradara tidak akan begitu saja menghukum aktor yang belum paham…? Ayo dibuka dan dibaca lagi ‘tuntunan’nya! Maka diulang lagi. Diulang. Teruuus, s.d si aktor paham dengan tuntutan skenarionya dan berlanjut ke skenario berikutnya. Hmm… Action!
Celine berkata,
Oktober 13, 2008 pada 8:27 am
wah, duplikasi deh.. punten. Delete aja yang pertama. Oya, tulisannya mirip dengan tulisan di blog lain..
http://putrisangpejuang.wordpress.com/2008/10/12/anugrah-skenario-kehidupan