Best Effort mendeskripsikan network yang mengirimkan paket data dengan variable “bit rate” dan waktu pengiriman yang tidak tentu, parameter “bit rate” dan waktu pengiriman didasarkan pada traffic load jaringannya. Best Effort juga bisa diartikan usaha jaringan untuk mengirimkan paket data semaksimal mungkin (bisa dalam arti sebanyak-banyaknya) tanpa memperhitungkan dan menjamin apakah paket data tersebut diterima oleh host tujuan. IP (Internet Protocol) merupakan contoh protocol yang bertipe best effort. Pada perkembangannya untuk aplikasi tertentu “Best-Effort” tidaklah cukup, karena itu diperlukan juga mekanisme lain yang disebut QoS (Quality of Service).
Aplikasi internet sekarang ini hampir semuanya adalah Best Effort.
Contoh protocol yang tidak sekedar bertipe “Best-Effort” tapi juga mensupport jaminan kualitas (QoS) yaitu :
· ATM (Asynchronous Transfer Mode)
· Frame relay
Contoh protocol yang bertipe “Best-Effort” saja yaitu :
· UDP (User Datagram Protocol) pada transport layer
Dua hal yang sering orang salah kaprah adalah hubungan “Best-Effort” dengan unreliable, dua hal itu tidak ada hubungannya. “Best-Effort” itu berhubungan dengan QoS, kebalikan “Best-Effort” adalah Qos. Sedangkan untuk unreliable kebalikannya adalah reliable. Reliable adalah sifat yang dapat dipercaya, dapat diandalkan. Reliable adalah kepastian bahwa data yang dikirimkan akan sampai pada penerima.
Wah ada kesimpulan yang menarik dari pembahasan tadi, ternyata “Best-Effort” juga tidaklah cukup. Ini juga bisa dianalogikan pada kehidupan kita sehari-hari. Berusaha mati-matian untuk mencapai tujuan tidaklah benar juga kita perlu QoS untuk mengevaluasi kerja. Evaluasi ini bukan hanya difokuskan pada pencapaian tujuan yang ingin kita capai saat itu, tapi juga terhadap hal-hal lain diluar tujuan yang sedang kita upayakan tersebut. Bingung ya.., begini kalau dalam router modern ada istilah protokol diffServ yang merupakan mekanisme QoS router, diffServ akan mengelompokkan data yang dikirim berdasarkan tipe aplikasinya. Kemudian akan dianalisa mana sih yang paling penting dan paling urgent, dan yang paling mendesak. Gitu juga manusia, mesin aja begitu, masak manusia yang parameter tak terduganya lebih banyak cuma menggunakan mekanisme “Best-Effort” ketika berusaha mencapai tujuannya.
Ketika kita sedang berupaya mati-matian dalam mengejar sesuatu kita juga harus mencoba menengok ke belakang, ke samping, atau ke depan. Manusia bukan kucing atau binatang, kita punya otak untuk berpikir apa sih sebenarnya yang ingin kita capai.
Yang nulis juga belum bisa mempraktekan mekanisme QoS yang baik dan benar dalam kehidupan, buktinya lulus kuliahnya telat hehe. Yang penting kita berusaha terus yah, evaluasi begini kan juga mekanisme QoS
plecit berkata,
Juli 7, 2008 pada 8:01 am
sip2
hebiryu berkata,
Agustus 2, 2008 pada 5:28 am
santai aja bos.. ente kan masih muda.. masih banyak pencerahan yg harus dilalui. hahahaha